saat di rumah sakit , morgan segera di operasi karena luka di perutnya yang hampir mengenai lambungnya, sedangkan rahel , kepalanya berdarah cukup banyak tetapi sudah ditangani dokter dan dia tidak perlu menggunakan kursi roda lagi , saraf kakinya sudah bisa bekerja tetapi belum sempurna sehingga dia masih perlu menggunakan tongkat
"za " suara mungil keluar dari mulut rahel
"rahel, kamu gpp? kepala kamu gimana? " tanya reza
"aku gpp za, cuman pusing doang , ..... za? kaki aku, kaki aku bisa digerakin lagi za!" triak rahel
"iya hel, kamu bisa jalan lagi, tapi kamu masih tetep harus pake tongkat buat sementara waktu"
"ko rafa sama yang lain gimana? ko morgan gimana za?"
"mreka lagi di luar, morgan lagi di operasi , yuk kita ke depan"
lalu reza mengajak rahel keluar dan menemui anak2 sm*sh , putri dan theres
"ternyata lo yang nyulik putri?! siala lo bajingan" triak rafael sambil menonjok rangga
"raf, kamu gak perlu marah-marah gitu dong! aku yakin, rangga nyesel sama perbuatannya"
"put! rangga udah mau nyelakain kamu, aku morgan sama ade aku put! masih bisa yah kamu baik baik sama dia!"
"aku aja bisa kok maafin dia , kenapa kamu ngak?!"
"ha? bahkan dia aja gak minta maaf put sama kamu!"
"oke! gua minta maaf sama lo put, sorry juga buat kamu rahel dan buat lo smua disini" triak rangga
"ada masalah apa sih lo sama putri?! ha?!" triak rafael
"gua gak ada masalah sama putri, morgan , apalagi rahel , gua bencinya sama lo raf, makanya putri cuman umpan buat mancing lo"
"sialan lo! pengecut , kalo lo ada masalah, ngomong sama gue langsung!" triak rafael sambil menonjok rangga lagi
"ayo put, kita pergi dari sini" ujar rafael sambil menarik tangan putri, kemudian anak-anak yang lain mengikuti
hari-hari pun berlanjut, putri setiap hari tidak bosan-bosannya untuk menjenguk morgan di rumah sakit, hal itu membuat rafael sangat sedih
"put, kamu sekarang perhatian banget yah sama morgan" ujar rafael
"iya, sekarang morgan udah tanggung jawab aku raf"
" bukan tanggung jawab kamu doang put, tanggung jawab aku jga"
"ya berarti kamu bisa dong, relain aku sama morgan?"
"maksut kamu put?"
"aku udah mutusin buat sama-sama morgan raf, maaf , tapi dia udah nyelamatin hidup kita" ujar putri lalu meninggalkan rafael
tentunya rafael menjadi sangat sedih, sekarang di sekolah putri selalu bersama morgan dan tidak memikirkan rafael lagi, kamudian zee tidak sengaja mendengar pembicaraan gladys dan rangga bahwa ternyata yang menculik putri adalah suruhan gladys, rangga hanya di suruh dan zee lngsung memberitahu rafael tentang kejadian ini
"dys! apa bener kamu yang suruh rangga nyulik putri?" bentak rafael ke gladys
"aku, aku " gladys hanya berani diam dan gugup
"raf, lu apa apaan sih?! gua kan udah bilang kalo gua yang ngelakuin semuanya, lu gak perlu nyalahin gladys" cegat rangga
"heh lo diem! kenapa sih lu mau jadi suruhan dia? lu nyadar gak sih kalo dia cuman manfaatin lu doang?!" triak rafael, rangga pun hanya bisa diam
"dys! jawab aku , jujur! kamu kan otak dari penculikan putri?!" bentak rafael
"oke! aku , iya aku yang suruh rangga , aku otak dari penculikan ini!" triak gladys
rafael pun ingin menampar gladys, tapi putri, morgan , dan rahel datang mencegat
"stop raf! , .... dys, apa bener yang kamu omongin tadi?"
sejenak gladys berlari dan bersujut di kaki putri dan meminta maaf atas semuanya , dia menyesal telah melakukan semua itu dan putri pun memaafkannya .
putri sudah menentukan pilihan bahwa ia akan memilih morgan , dan otomatis orang tua morgan senang karena morgan lah yang menjadi pewaris toro groub , dan reva mamanya rafael sudah kalah dari sarembaya tersebut, begitu juga rangga dan orang tuanya .
tak lama kemudian , orang tua morgan ingin mengadakan pertunangan bagi morgan dan putri , berita itu membuat semua anak-anak sm*sh, rahel dan theres terkejut terutama rafael
Tidak ada komentar:
Posting Komentar