Selasa, 09 Agustus 2011

fairytale : part 36 " life "

padat meraya , itu lah yang pertama kali gue lihat dari balkon kamar gue yang menghadap ke halaman depan rumah gue . puluhan orang hari ini berkumpul di rumah gue untuk merayakan farewell party buat gue dan koko gue , ko morgan .
gue pun turun ke bawah karena acara sebentar lagi akan dimulai , memang bukan acara besar sih, hanya acara biasa yang di adakan di rumah gue , yaa biasalah perkumpulan cewe-cewe dan cowo-cowo remaja yang cuman bisa membahas seputar kegiatan favorit kami .

" hey al " triak dari salah satu teman sma gue , dan yang lain mengikutinya
" hallo al  "
" alienaaaaaa ! "
" hallo semua, thanks yah udah mau dateng " tutur gue sambil tersenyum
" kenapa sih al harus ke london , disini kan juga enak "
" iya .. emang lu gak kangen apa sama gue "
" ih , dasar kalian . gue mau cari sesuatu yang baru aja kok " jawab gue singkat
" al kan kita bakal kangen banget , kehilangan sahabat kita yang super bawel ini "
" sorry yah semua , gue harus pergi , maaf banget yah ... "
" okelah , tapi lu harus janji , lu bakal sering-sering ke indonesia .. "
" minimal 1 kali seminggu "
" dih , gila .. kayak check up dokter aja yah , kalo gue anak obama boleh deh hahaha " gue pun tertawa bersama teman-teman kesayangan gue , yayaya .. teman-teman yang akan gue tinggalkan

......

dari sisi lain terdengar beberapa teman-teman gue yang lain memanggil dan menyerukan nama gue berulang-ulang kali
" aliena "
" aliena sini ! "
" hayyy ! " sambung gue menjawab panggilan mereka semua
" kenapa pergi sih neng ? " tanya salah satu dari mereka
" lu orang keseribu kali yang nanya ini ke gue " jawab gue
" kenapa emangnya ? gak nyesel lu ntar kaga ketemu gue di sana "
" apa deh , gue kan mau jadi anak pintar hahaha "
" dasar lu emang pinter banget ngles nya "
" yaudah deh udah , ... tuh makan sana , makanan nya masih banyak abisin , bawa pulang kalo perlu "
" tau aja deh si aliena gue lagi laper " ujar mreka dan gue pun pergi menginggalkan mereka .

gue pun beranjak pergi ke teras belakang setelah bosan menerima pertanyaan " kenapa pergi ke london ? " , gue berdiri tepat di bawah bintang-bintang yang menyinari malam terakhir gue di sini , ditemani udara angin malam yang menyentuh diri gue .

" hey al " ujar seseorang di lain sisi
" dicky ? hallo dik " sapa gue lembut
" nih buat lu " ujar dicky sambil memberikan sekantung paper bag bertuliskan friends forever ke arah gue
" apaan nih ? "
" buka aja " jawab dicky singkat
" sketch book ? buat apa ? " tanya gue bingung
" itu punya joy , dia suka banget gambar , di rumah udah banyak sketch book gambaran dia , di sketch book yang gue kasih ke elu ada gambar joy buat lu juga, so .. dari pada didiemin di rumah , mending gue kasih ke lu kan , sekalian buat kenang-kenangan "
" oh , gitu . thanks yah dick , pasti bakal gue simpen baik-baik . ... hmm , ini apa ?  lucu banget" tanya gue bingung melihat sebuah pajangan yang bisa bergerak maju mundur maju mundur dan berbentuk tangan yang melambangkan peace
" kenang-kenangan buat lu dari gue , biar gak lupa sama temen lama " jawab dicky sambil tertawa
" yaampun dick , gak perlu lu kasih gue gak bakal lupain lu kok , tenang aja ... tapi thanks yah "
" youre welcome , besok berangkat jam berapa  ? " tanya dicky
" jam 3.15 pesawat gue take off dick " jawab gue singkat
" gue anter yah , bareng morgan juga ... take care yah al , kita pasti bakal kangen banget sama lu "
" kita ? "
" reza sama rafael juga dong " ujar dicky singkat
" lu yakin ? mereka aja gak dateng ke farewell party gue " jawab gue singkat
" mereka gak bisa terima sama ke putusan lu ? mereka marah ? "
" begitulah , ternyata bener apa yang gue bilang , semua orang satu per satu bakal ninggalin gue , dan orang selanjutnya reza dan rafael" jawab gue sambil mengalihkan pandangan gue ke arah bintang tepat di atas gue
" mereka cuman butuh waktu aja kok buat bisa terima semua , dan gue yakin  , mereka gak mungkin biarin lu pergi gitu aja "
" maksut lu ? " tanya gue bingung
" intinya begitu lah , ... gue ke anak-anak dulu yah al , besok pasti gue anter lu ke bandara " tutur dicky sambil tersenyum
" thanks yah dick " jawab gue sambil tersenyum dan dicky pun pergi meninggalkan gue

gue menatap langit , menatap indahnya bintang ikut mengiringi malam terakhir gue sebelum gue pergi ke london
" Tuhan , malam ini special banget buat aku , hari terakhir aku buat ketemu semua orang yang udah sayang sama aku dan pernah ada di hidup aku selama aku ada di sini , tapi .. aku sedih , karna ada dua orang yang aku sayang yang gak ada di malam terakhir aku disini , mungkin ini memang salah aku .. tapi aku gak tau apa yang harus aku lakuin lagi , aku hanya mau mereka berdua ada di sini ... " gue pun meneteskan air mata gue di kedua pipi gue yang mulai memerah

" kita ada di sini buat lu " gue pun mendengar suara dari balik badan gue
" reza .. ra .. rafael " gue pun lari dan memeluk mereka berdua secara bersamaan dan meneteskan air mata gue
" jangan sedih , kita gak mungkin biarin lu pergi gitu aja , gak mungkin kita gaada buat sahabat kita " ujar reza
" sahabat ? ,,,, sorry , gue cuman gak mau buat salah satu dari kalian sedih nantinya , dan menurut gue ini emang keputusan terbaik gue "
" we know , kita terima keputusan lu kok , kita gak boleh egois dong " sambung rafael
" kapan berangkat ? " tanya reza
" jam 3. 15 gue take off "
" kita pasti kangen banget sama lu " sambung rafael
" gue juga pasti kangen banget sama kalian semua , makasih yah . buat semua yang udah pernah kalian lakuin buat gue , makasih juga kalian udah selalu ada di sisi gue waktu gue sedih , seneng , kecewa .. kalian ada buat gue, apa lagi waktu niki di rumah sakit , kalian setia juga buat niki . makasih banget , gue gak bakal ngelupain semua itu . gue juga minta maaf , kalo selama ini kalian ngerasa gue udah permainin perasaan kalian, gue udah buat kalian kesel, marah , mungkin sedih . "
" you can count on me like 1 , 2 , 3 i'll be there and i know when i needed , i can count on you like 4 , 3 , 2 and you'll be there , cause that what friends supposed to do " rafael dan reza pun menyanyikan sepotong lirik lagu yang berhasil menyentuh hati gue , dan sekarang we'll firends forever


........................................

17 oktober -

" udah siap semua ? " tanya ko morgan sambil meletakkan koper di dalam bagasi mobil hitam dicky
" udah ko " ujar gue dengan berat hati , it's hard yaa  , harus ninggalin rumah yang gue tinggalin dari kecil dan harus ninggalin semua teman-teman tersayang gue, gue menatap rumah yang bertema classic itu dan menahan tumpahan air mata kesedihan
" al ? udah ? " tanya dicky yang bingung melihat mata gue yang berkaca-kaca
" udah dic , ayo " jawab gue singkat sambil berusaha menghapus air mata gue

kami pun memulai perjalanan kami ke bandara, setiap jalan yang gue lewati terekam di memori gue dan selamanya akan selalu ada di hati gue , gue membuka tas gue dan melihat kalung peace yang ditinggalkan niki buat gue

" nik , thanks buat semuanya , gue sayang sama lu , gue yakin , lu akan selalu ada di hati gue " ujar gue dalam hati lalu gue memakai kalung peace itu di leher gue

setelah gue sampai di bandara , gue mulai mengurus semua nya mulai dari passpord , visa , dan lainnya , gue , ko morgan dan dicky menunggu di ruang tunggu untuk boarding , tapi ada yang kurang , rafael dan reza mungkin melupakan kepergian gue hari ini

" rafael sama reza gak ke sini ko ? " tanya gue kepada ko morgan
" gak tau , kayaknya ngak , gue sih udah sms tapi ga di bales "
" sabar aja al , tunggu aja " sambung dicky

mulai terdengar panggilan dari speaker meneriakkan nomor penerbangan gue , dan ini saat nya  gue benar-benar harus meninggalkan semuanya , semua yang sudah gue alami selama hidup gue

" dicky thx yah bro , for everything , gue jalan " ujar ko morgan kepada dicky lalu memberikan salah perpisahan , gue pun tidak tahan untuk menahan tangisan gue
gue pun memeluk dicky lalu menangis karena sedih harus berpisah dengannya , sahabat gue .
" dicky , thanks buat semuanya , gue pasti kangen banget sama lu , jangan lupain gue yah .. thanks banget , gue pergi dulu .. " gue pun melepaskan pelukan gue dan melihat keseliling gue berharap kedatangan reza dan rafael
" titip salam yah buat reza sama rafa " ujar ko morgan
" gue juga yah , salam buat mereka " jawab gue singkat

dicky pun beranjak keluar dari bandara , gue dan ko morgan pun membalikkan arah kami menuju boarding room , tetapi gue mendengan suara meneriakkan nama gue dan ko morgan

" morgan ! aliena "
" reza ? rafael ? " tanya ko morgan dan gue bingung
" sorry kita telat , tadi macet banget , hey dick " sapa mereka berdua
" no problem , gue pikir kalian lupa sama kita " ujar gue singkat
" ngak bakal , kalian sahabat gue , selamanya " ujar rafael
" thanks " ujar gue sambil mengeluarkan air mata gue dan langsung menghapusnya
" kok lu nangis ? " tanya reza bingung , tetapi gue hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nya
" pati dia sedih , harus ninggalin kalian berdua  " jawab ko morgan sambil memeluk gue
" ninggalin kita ? ngak akan " ujar reza
" maksut lu ? " tanya gue bingung sambil menghapus air yang keluar dari kedua mata gue

rafael pun mengeluarkan sebuah amplob coklat dan mengeluarkan isinya , gue melihat dua buah passpord dan tikert di tangannya

" tunggu . tunggu , maksut nya apaan nih ? " tanya ko morgan bingung
" gue mutusin buat ikut nyokap bokap gue dan gak akan ninggalin sahabat sahabat gue " ujar rafael sambil tersenyum
" dan gue mutusin buat ambil jurusan nanti di london , dan koko gue juga ada di sana , jadi ... gue juga gak mau ninggalin sahabat sahabat gue tentunya "
" ha ? jadi ... jadi .. maksut kalian  ? " tanya gue bingung dan menghapus air mata gue dengan senyuman
" welcome london ! " triak rafael dan reza bersamaan

gue pun memeluk rafael , reza dan ko morgan bersamaan dan kali ini gue mengeluarkan air mata kebahagiaan , dan ternyata bener apa yang semua orang bilang ke gue dibalik ke sedihan pasti ada kebahagian

" selalu ada setiap saat " ujar rafael
" selalu berbagi " tutur ko morgan
" selalu sayang satu sama lain " sambung reza
" hmm , selalu .. selalu .. selalu sayang sama gue ! " triak gue kencang
" enak aja ! dasar lu " ujar mreka bergantian
" welcome london ! " triak kami bersama-sama lalu kami memasuki boarding room dan happily ever after !

sekarang gue sadar , hidup ini bukan magic yang asal kita bilang adakadabra bisa penuhin apa yang kita mau , hidup ini bukan dongeng yang selalu bisa mencapai apa yang kita mau tanpa memikirkan yang lain tapi hidup adalah permainan yang harus kita jalanin dan mainkan !

the end



follow me klik here!

3 komentar:

nopeeee mengatakan...

keren ngell!!! amazing story! BUAT LAGI BUAT LAGI BUAT LAGI CEPET CEPET CEPET HEHEHEHEHE :D di tunggu secepat-cepatnya.

Dreamer mengatakan...

keren banget. . . .
part 1 sampai 36 kerenn. . .
tapi,gua paling suka part 35 n 36

angell mengatakan...

thankyou bgt yah ! :) cerita baru nya udah ada , baca yah ! :D